Senin, 11 Februari 2019

Sarana dan Prasarana RS Kusta Lau Simomo



Tanah

·         Luas tanah : 106 Ha
·         Status tanah : milik  Pemerintah Propinsi Sumatera Utara

Gedung

RS Kusta Lau Simomo mempunyai bangunan yang dibagi  menurut fungsinya :

·         Fungsi Administrasi

-      Ruang Pimpinan
-      Ruang Rapat Mini
-      Ruang Kepala Tata Usaha
-      Ruang Staf Tata Usaha
-      Ruang Dokter
-      Ruang Perawat
-      Ruang Kartu/Pendaftaran
-      Ruang Kepegawaian
-      Ruang Rekam Medik
-      Ruang Penyimpanan Kartu
-      Ruang Kepala Seksi Pelayanan
-      Ruang Administrasi Farmasi
-      Ruang Bendaharawan/Keuangan
-      Ruang Tunggu Pasien

·         Fungsi Teknis

-      Ruang Kamar Operasi
-      Ruang Fisiopterapi
-      Ruang Zaal Perawatan
-      Ruang Reaksi Zaal
-      Ruang Rehabilitasi (OT/Protesa)
-      Ruang Rawat Jalan
-      Ruang Poliklinik Umum
-      Ruang Laboratorium
-      Ruang Farmasi/Apotik
-      Rumah Pasien
-      Rumah Dinas
-      Sarana Penerangan/Listrik
-      Sumber Air Bersih

·         Fungsi Penunjang Didalam Bangunan

-      Ruang cuci
-      Ruang Dapur Masak
-      Gudang Obat /Alat Kesehatan
-      Gudang ATK dan alat rumah tangga
-      Kamar Mandi Pegawai dan Kamar Mandi Pasien
-      Saluran Pembuangan Air Limbah

·         Fungsi Penunjang Diluar Bangunan

-      Gedung Kantor Satpam
-      Garasi Mobil

FUNGSI RS Kusta Lau Simomo

1. Melaksanakan penyuluhan (promotif) 

2. Melaksanakan perawatan penderita kusta 

3. Melaksanakan pengobatan penderita kusta 

4. Melakasanakan rehabilitasi fisik, sosial dan ketrampilan

Kunjungan Kasih Tzu Chi ke RS Lau Simomo




Stigma terhadap penderita kusta begitu dirasakan oleh Rodiah warga Medan Marelan yang menderita kusta sejak berusia tujuh tahun. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit kusta Lau Simomo Kabanjahe Karo, kini ia telah sembuh namun Rodiah enggan untuk kembali ke tempat tinggalnya karena mendapat penolakan dari warga sekitar. Rodiah pun memilih untuk tetap tinggal di Rumah Sakit Kusta Lau Simomo bersama dengan pasien lainnya yang juga mendapat penolakan masyarakat dan bahkan keluarga mereka sendiri. Prihatin dengan hal ini, Insan Tzu Chi Medan memberi bantuan makanan dan peralatan mandi sekaligus perhatian dan cinta kasih layaknya sebuah keluarga pada pasien kusta.

Semangat Untuk Pasien Kusta


Misi RS Umum Kusta Lau Simomo

  • Menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas dalam rangka mewujudkan kepuasan pasien/pelanggan. 
  • Menyelenggarakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan berjenjang. 
  • Menyelenggarakan pengelolaan manajemen RS secara professional.  
  • Menyelenggarakan pemanfaatan sumber daya RS untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan. 
  • Menyelenggarakan pembinaan sosial, mental, dan ekonomi secara lintas sektoral agar penderita yang sembuh dapat kembali hidup mandiri di masyarakat. 
  • Menyelenggarakan pengembangan RS dengan melakukan pelayanan kesehatan pada masyarakat umum.

Kepala RS Kusta Lau Simomo 1906 – Sekarang

Pdt. E.J Van Den Berg                    :         1906 – 1912
Pdt. J.P Talens                                :         1912 – 1915
Pdt. L Bodaan                                 :         1915 – 1918
Pdt. H.G Van Elen                          :         1918 – 1930
Pdt. H. Vururmans                          :         1939 – 1934
Pdt. J.H Neuman                             :         1934 – 1937
Pdt. L.J.S Hoven                             :         1937 – 1942
Njeno Sinuhaji dan                         :         1942 – 1947
Ngalkal Brahmana (staf RS/
 Kepemimpinan kosong)
Pdt. H. Neuman                              :         1948 – 1958
R.D Sebayang                                 :         1959 – 1964
Dr. Go Sek Tiat                               :         1964 – 1966
Dr. Kaku Tarigan                            :         1966 – 1979
Dr. D.H Munthe                              :         1980 – 1985
Dr. Selamat Sebayang                     :         1985 – 1990
Dr. Raihana Lubis                           :         1990 – 1992
Dr. Sundari Syarif                           :         1992 – 1997
Dr. Selamat Sebayang                     :         1997 – 1999
Dr. Jalinson Saragih                        :         1999  - 2001
Dr. Walman Simanjuntak                :         2001 – 2004
Dr. Budi Napitupulu, M.Kes           :         2004 – 2008
Drg. Emmi Suriani Simbolon, MARS     :          2008 – sekarang

SEKILAS SEJARAH RS KUSTA LAU SIMOMO

Didirikan pada tanggal 26 Agustus 1906, awalnya hanya merupakan tempat penampungan atau pemukiman penderita kusta. Pendiriannya diprakarsai oleh Pendeta E.J Van Den Berg yang diutus oleh NZG (Nederlandche Zending Genootshap) sebagai misionaris ke Dataran Tinggi Tanah Karo.
Pdt. E. J Van Den Berg berhasil membujuk para Pengatua Adat di Dtaran Tinggi Tanah Karo sehingga bersedia memberikan sebidang lahan yang jauh dari masyarakat umum dan memiliki sumber air (dalam bahasa lokal air = lau). Melalui para penghulu adat tersebut , diumumkanlah kepada penduduk bahwa telah disediakan tempat penampungan bagi penderita kusta supaya mereka tidak lagi berkeliaran dan menderita di hutan-hutan (dalam bahasa lokal pengumuman = momo). Demikianlah tempat penampungan kusta ini seterusnya dinamakan Desa Lau Simomo.
Tahun 1937 Ruang Perawatan selesai dibangun, maka Pemukiman Penderita Kusta berubah menjadi RS Kusta.
Tahun 1948 setelah pengakuan kedaulatan Negara Republik Indonesia oleh Belanda, maka RS Kusta Lau Simomo ditangani oleh Pemerintahan yang baru berdiri ini. Pemerintah RI kesulitan mendanai dan juga kesulitan mendapat pimpinan yang mau dan mampu menjalankan RS Kusta ini. Akhirnya H. Neuman (putra J.H Neuman pimpinan terdahulu yang berkebangsaan Belanda) merasa khawatir dan menawarkan diri.
Tahun 1956 pada Jubelium ke 50 berhasil dibangun Gedung Poliklinik, Laboratorium, Ruang Tunggu dan Apotek. Dibawah kepemimpinan H. Neuman barulah didatangkan tenaga dokter dari RSU Kabanjahe secara rutin.
Sejak didirikan sampai dengan tahun 1958 RS Kusta ini dipimpin oleh seorang pendeta yang berkebangsaan Belanda. Baru pada tahun 1959 RS Kusta Lau Simomo ini dipimpin oleh seorang Indonesia yaitu R.D  Sebayang.

Tahun 1959 – 1964, RS Kusta beralih status menjadi RS milik Dati II Kabupaten Karo. Namun selama periode ini pelayanan terhadap penderita kusta tersendat sehingga mereka berdemonstrasi ke Kantor Bupati Karo.Bupati Karo menyerah dan menyatakan tidak sanggup mengelola RS Kusta Lau Simomo sehingga status RS Kusta Lau Simomo kembali ke Dati I Prop. Sumatera Utara.
Tahun 2002, sesuai dengan SK GUBSU No. 061-437k/Tahun 2002 RS Kusta Lau Simomo dimerger dengan RS Kusta Hutasalem, dimana kegiatan administratifnya dipusatkan di RS Kusta Lau Simomo. Menurut SK tersebut kedudukan RS Kusta Lau Simomo adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan dalam lingkungan Pemerintahan Propinsi Sumatera Utara yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara.
Tahun 2004, untuk pemanfaatan sumber daya yang ada  guna meningkatkan fungsi sosial RS kepada penduduk yang tinggal  di sekitar RS Kusta serta menghilangkan leprophobia, maka sejak tahun 2004 RS Kusta Lau Simomo membuka pelayanan untuk pasien umum atau non kusta. 

SEKILAS SEJARAH RS KUSTA LAU SIMOMO